5 Hewan Asli Indonesia yang Terancam Punah

Mereka terancam punah karena manusia!




Sumber gambar: Instagram.com/tamansafariprigen
Keterangan: Cantiknya burung cendrawasih







Hewanpos.net - Indonesia merupakan salah satu negara paling beruntung di dunia ini. Selain kekayaan alam yang luar biasa, negara dengan penduduk terbanyak di Asia Tenggara juga memiliki keanekaragaman hayati yang memukau.

Namun, bertambah banyaknya penduduk Indonesia menjadi tantangan bagi dunia hewan karena banyak hewan asli negeri ini terancam punah.

Berikut ini daftar binatang endemik asli Indonesia namun terancam punah.

1. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)


Harimau Sumatra merupakan jenis harimau terkecil di bumi dan satu-satunya di Indonesia. Dua jenis harimau lainnya yaitu harimau Jawa dan harimau Bali dinyatakan punah sejak beberapa dekade silam akibat perburuan dan pembunuhan yang dilakukan manusia.




Sumber gambar: Instagram.com/ricky.patel.photography
Keterangan: Harimau bengal sedang memanggil anak-anaknya di Kanha Tiger Reserve, India sebagai ilustrasi di artikel ini






Panthera tigris adalah raja hutan Sumatera yang selalu bermasalah dengan orang-orang yang membutuhkan tanah, hasil hutan, dan tubuh harimau.

Penyempitan dan kerusakan hutan juga kekurangan mangsa menjadi alasan harimau sering memasuki pemukiman penduduk untuk memangsa hewan ternak mereka.

2. Beruang madu (Helarctos malayus)


Beruang madu adalah beruang terkecil di dunia dan tinggal di Asia Tenggara termasuk Sumatera dan Kalimantan. Beruang ini memiliki tinggi sekitar 70 cm dan beratnya 25-65 kg.

Hewan ini disebut sebagai beruang madu karena memiliki tanda seperti bulan sabit di dadanya berwarna jingga hingga krem. Helarctos malayus merupakan nama ilmiah untuk beruang madu yang diberikan oleh Raffles pada 1821.

Helarctos malayus merupakan omnivora yang mampu memakan madu, semut, rayap, biji-bijian, kumbang, lebah, dan burung.




Sumber gambar: Wikipedia English
Keterangan: Beruang madu alias beruang matahari







Dibanding semua jenis beruang lainnya seperti beruang kutub, beruang madu lebih suka di pepohonan. Sayangnya, jumlah beruang madu mengalami penurunan sebesar 35% dalam tiga dekade terakhir menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature).

Hal ini dikarenakan perburuan liar, perusakan hutan, bagian tubuhnya dipercaya sebagai obat tradisional Tiongkok, dan perdagangan gelap. Ancaman dari predator seperti ular sanca dan macan tutul ikut menambah kelangkaan beruang madu.

3. Burung Rangkong badak (Buceros rhinoceros)


Rangkong badak adalah burung berukuran lebih dari satu meter dari marga Buceros yang hidup di hutan-hutan Jawa, Kalimantan, dan Sumatera.

Buceros rhinoceros merupakan salah satu dari 13 jenis burung rangkong yang tinggal di Indonesia. Dengan panjang hingga 110 cm, burung rangkong badak dianggap sebagai rangkong raksasa.





Sumber gambar: Indozone.id
Keterangan: Burung rangkong badak






Burung rangkong badak merupakan salah satu satwa paling setia terhadap pasangannya. Selama sang betina mengerami telur-telurnya di dalam lubang pohon, sang jantan akan mencari makanan berupa biji-bijian dan menempatkannya di pintu sarang. Dengan cara ini, Buceros rhinoceros jantan bisa menafkahi sang betina.

Dibanding kelakuan sebagian manusia, burung rangkong badak merupakan pencinta alam sejati. Mereka mampu menebar biji-bijian di wilayah yang mereka lintasi hingga sejauh 100 km. Kebiasaan Buceros rhinoceros yang unik tersebut patut didukung oleh manusia.

Ironisnya, burung kebanggaan suku Dayak diterancam punah karena penggundulan hutan, kelangkaan makanan hingga diburu oleh manusia.

4. Komodo (Varanus komodoensis)


Komodo alias Varanus komodoensis adalah biawak terbesar di dunia dengan panjang lebih dari 3 meter.

Nama Varanus komodoensis diberikan pada 1912 oleh seorang direktur Kebun Raya Bogor bernama Pieter Antonie Ouwens (1849-1922) asal Belanda setelah dia menerima foto dan kulit komodo dari Letnan Jacques Karel Henri van Steyn van Hensbroek. William W. Douglas Burden (1898-1978) asal Paman Sam adalah orang pertama yang memberikan nama Komodo dragon untuk biawak raksasa asal Indonesia tersebut.





Sumber gambar: Instagram.com/komododragons
Keterangan: Komodo dewasa sedang memakan bangkai babi liar






Sayangnya, pemangsa puncak di kepulauan komodo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia terancam punah karena kebakaran hutan, gempa bumi, aktivitas gunung berapi, perburuan ilegal, dan sebab lainnya. Pembangunan Sirkuit Mandalika juga dianggap telah mengancam kelangsungan hidup komodo.

Untuk melestarikan komodo, pemerintah Indonesia membangun Taman Nasional Komodo pada 1980. Di pulau Flores, pemerintah juga membangun Cagar Alam Wolo Tado dan Wae Wuul.

5. Siluk merah (Scleropages formosus)


Siluk merah alias arwana Asia merupakan arwana yang hidup di perairan Asia Tenggara termasuk Kalimantan. Ikan dari keluarga Osteoglossidae ini tinggal di perairan tawar berwarna hitam yang mengalir lambat. Scleropages formosus bisa tumbuh sepanjang 90 cm.

CITES (Convention on the International Trade in Endangered Spesies of Wild Flora and Fauna) mengatur perdagangan ikan arwana Asia pada 1976 agar tidak punah. Maka setelah CITES mengizinkan perdagangan arwana Asia dari penangkaran, Indonesia menjadi negara pertama yang mengembangbiakkan dan menjual siluk merah, disusul oleh Singapura dan Malaysia.





Sumber gambar: Instagram.com/aldin.arwanabogor
Keterangan: Arwana Asia sepanjang 40 cm yang dijual






Scleropages formosus merupakan ikan yang memangsa jangkrik, kalajengking, udang, ikan kecil, lipan dan cacing tanah sehingga tidak merepotkan para peternak ikan arwana Asia.

Walaupun ikan arwana Asia berasal dari Asia Tenggara, kenyataannya, dua naruralis Jerman yaitu Salomon MΓΌller (1804-1864) dan Herman Schlegel (1804-1884) adalah orang pertama yang mendeskripsikan ikan seluk merah pada 1840. Mereka memberikan nama untuk ikan tersebut dengan nama Osteoglossum formosum.

Seperti semua hewan di atas, siluk merah juga terancam punah sejak 2006 menurut IUCN. Warnanya yang menarik dan dikagumi banyak orang khususnya orang Cina, arwana ini sering dipelihara di akuarium mereka sebagai ikan hias dan keberuntungan.

Selain lima satwa tadi, beberapa spesies hewan lainnya juga terancam punah seperti orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis), badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus), macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) oangutan Sumatra (Pongo obelii), badak Sumatra (Dicerorhinos sumatrensis), dan kukang Sumatra (Nycticebus coucang).

Semoga mereka lestari dan tidaklah punah.

Sumber-sumber Referensi:


✍️ En.wikipedia.org. Sun Bear. Diakses pada Rabu, 3 November 2021, dari https://en.m.wikipedia.org/wiki/Sun_bear

✍️ Id.wikipedia.org. Komodo. Diakses pada Minggu, 7 November 2021, dari https://id.m.wikipedia.org/wiki/Komodo

✍️ Id.wikipedia.org. Pieter Antonie Ouwens. Diakses pada Minggu, 7 November 2021, dari https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pieter_Antonie_Ouwens

✍️ Id.wikipedia.org. Rangkok badak. Diakses pada Rabu, 10 November 2021, dari https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rangkong_badak

✍️ Id.wikipedia.org. Arwana Asia. Diakses pada Rabu, 10 November 2021, dari https://id.m.wikipedia.org/wiki/Arwana_asia

✍️ En.wikipedia.org. Asian arowana. Diakses pada Rabu, 10 November 2021, dari https://en.m.wikipedia.org/wiki/Asian_arowana

✍️ Wening, Tyas. Rabu, 19 Juni 2019. Wah, Spesies Burung Rangkong Terbesar Ternyata Juga Hidup di Indonesia. Diakses pada Rabu, 10 November 2021, dari https://www.google.com/amp/s/bobo.grid.id/amp/081760165/wah-spesies-burung-rangkong-terbesar-ternyata-juga-hidup-di-indonesia

✍️ En.wikipedia.org. Salomon MΓΌller. Diakses pada Rabu, 10 November 2021, dari https://en.m.wikipedia.org/wiki/Salomon_M%C3%BCller

✍️ En.wikipedia.org. Hermann Schlegel. Diakses pada Rabu, 10 November 2021, dari https://en.m.wikipedia.org/wiki/Hermann_Schlegel




Baca juga:











Post a Comment

Berkomentarlah secara relevan dan sehat. Hewanpos.com tidak bertanggungjawab terhadap apapun komentar Anda.

Lebih baru Lebih lama